Upacara tiga Bulanan

Image

Upacara tiga Bulanan

Ini merupakan photo niga bulanan yang dilakukan oleh umat Hindu dari Bali yang tinggal di Basarang, Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah. Pemangku sedang memuja Banten agar Ida Hyang Widhi merestui dan melindungi Si Anak dan orang tuanya agar terhindar dari marabahaya dan penyakit.

Advertisements

Nyepi Caka 1936 tahun 2014

        Om Swastyastu;

        Hari Raya Nyepi merupakan Tahun Baru Caka Bagi Umat Hindu. Umat Hindu Kabupaten Pulang Pisau juga merayakan Nyepi dengan kesucian lahir dan batin. Dalam merayakan Tahun Baru Caka tersebut Umat Hindu Kabupaten Pulang Pisau melaksanakan beberapa rangkaian upacara, baik itu dilaksanakan sebelum tahun Baru tersebut, maupun selah nya.

        Pada tahun ini Hari Raya Nyepi jatuh pada hari Senin tanggal 31 Maret 2014. Namun sebelum tanggal 1 caitra tersebut umat hindu telah mulai melaksanakan upacara terkait dengan Hari Raya Nyepi. Upacara yang umum dilaksanakan oleh Umat Hindu adalah melasti/mekiis, tawur kesange, Brata penyepian dan simakrama.

         Mekiis/melasti biasa dilaksanakan 3 hari menjelang tahun baru/nyepi. Upacara ini bertujuan untuk membersihkan semua bangunan tempat suci dan sarana prasarananya, alam semesta ini dan dirikita sendiri, dengan memohon tirta (air suci) di segara/mata air. Namun upacara ini ada juga melaksanakannya dihari lain tergantung pada kebiasaan setempat, sepanjang tidak terlalu jauh/dekat dengan hari raya nyepi. Dengan terlaksananya upacara ini, bertujuan agar ditahun mendatang semua alam ini bersih dan seimbang, sehingga memberi manfaat dan ketentraman bagi manusia beserta makhluk lainnya.

        Tawur kesange dilaksanakan sehari menjelang hari raya nyepi, pada tileming kesange. Pada saat ini umat Hindu melaksanakan Caru/Tawur untuk memberikan korban kepada unsur kala dan bhuta agar kala dan bhuta yang berada dilingkungan manusia itu tidak memberikan pengaruh negatif kepada umat manusia pada tahun mendatang, lebih-lebih pada saat melakukan Brata Penyepian.

         Brata Penyepian dilaksanakan oleh umat Hindu, bertepatan pada tanggal 1 Caitra tahun Caka 1936 yang dimulai dari jam 06.00 pagi pada tanggal 31 Maret 2014, dan berakhir pukul 06.00 pada tangg1 April 2014. Brata penyepian ini bertujuan untuh mengendalikan diri terutama pengendalian Dasendrya, dan pada saat ini juga umat Hindu melakuka n instropeksi/mawas diri, agar mampu menilai yang baik dan tidak baik terhadap prilaku yang telah dilaksanakan maupun yang akan dilaksanakan.Dalam Brata Penyepian, ada 4 hal yang perlu dikendalikan sehingga disebut dengan Catur Brata Penyepian yaitu : Amati Gni, tidak menghidupkan api, baik api skala maupun api rohani. Amati karya, tidak melakukan pekerjaan yang bersifat jasmani/materiil. Amati Lelungan, tidak melakukan perjalanan jasmani. Amati Lelanguan, tidak menikmati kesenangan dunia/hiburan duniawi.

         Simakrama; dilaksanakan sehari setelah Nyepi, atau hari kedua tahun baru Caka. Pada saat ini Umat Hindu saling kunjung-mengunjungi keluarga, saudara, kerabat, handai tolan, teman, tetangga, warga dll, serta memohon maaf atas kesalahan yang dilakukan pada tahun terdahulu, dan tidak terulang melakukan kesalahn di tahun mendatang.

         Simakrama juga sering dilakukan secara massal dalam bentuk ceremony, yang dikenal dengan istilah Dharma Santy. ini biasa dilakukan di Pura, Balai Banjar, Lapangan terbuka, dan tempat lainnya.

         Jadi Nyepi mengandung hikmah spiritual yang sangat tinggi, oleh karenanya bagi umat hindu wajib untuk melaksanakannya.

         Om Santy, Santy, Santy.

Manfaat/Faedah Pariwisata

Pariwisata memang sangat diperlukan dalam meningkatkan PAD agar masyarakat bisa hidup sejahtera, pembangunan berbagai sektor bisa berkembang dan kwalitas masyarakatpun tinggi disegala aspek.

Oleh karenya maka pariwisata hendaknya diposisikan sebagai prioritas pengembangan daerah yang teratas, karena pariwisata dapat mencakup segala bidang, baik itu budaya, pertanian, perairan, kehutanan, keagamaan, pedesaan, pelayaran, olah raga dll.

Semua aspek kehidupan dapat dipasarkan kepada khalayak ramai agar meheka tertarik untuk datang ke daerah kita untuk menikmatinya.

 

Belanja di salah satu toko cendramata di daerah Kute Bali

Image

Belanja di salah satu toko cendramata di daerah Kute Bali

+Berbenja di Bali hendaknya jangan sembarang tawar kalau tidak niat untuk belanja, karena sebagian besar pedagang cendramata akan berupaya merayu alias membujuk pembeli sampai mau merogogoh koceknya untuk belanja.
Barang-barang cendramata Bali memang sangat bagus dan unik, karena bahannya sebenarnya tidak punya nilai komercial, tapi menjadi memiliki nilai komercial yang amat tinggi.
Hasil budaya dan seni yang dituangkan diatas benda walaupun tidak punya nilai, akan menjadi bernilai tinggi kalau sudah Budaya dan seni itu bergabung menjadi satu.
Karenanya lestarikan seni budaya itu demi untuk mengenali jati dan identitas diri.
Penguasa pemerintah juga harus perhatian terhadap Budaya yang ada dan membina para seniman didaerahnya.
Ingat Budaya dan Seni merupakan asset daerah yang tak pernah habis-habisnya, bahkan justru bertambah.

Potensi-Potensi Pariwisata di Kabupaten Pulang Pisau

Terdapat Banyak Potensi Pariwisata di Kabupaten Pulang Pisau yang dapat dikembangkan menjadi Objek Wisata Unggulan. Potensi-potensi yang ada seperti keindahan  alam misalnya : Pantai Cemantan, Danau Sabuah, Pulau Mintin, Danau Lais, danau Sabatu dll. Disamping pemandangan Alam, terdapat juga potensi pariwisata Budaya misalnya : Rumah Betang Bontoi, Rumah Tua Jaga Bahen, Rumah Tua Matal Uning, Sandung Bukit Rawi, dll.

Untuk lebih jelasnya tentang potensi pariwisata Kabupaten Pulang Pisau, silahkan down load Link dibawah ini.

Brosur Pariwisata Cagar Budaya 2012

Brosur PotensiObjek 2012