Belanja di salah satu toko cendramata di daerah Kute Bali

Image

Belanja di salah satu toko cendramata di daerah Kute Bali

+Berbenja di Bali hendaknya jangan sembarang tawar kalau tidak niat untuk belanja, karena sebagian besar pedagang cendramata akan berupaya merayu alias membujuk pembeli sampai mau merogogoh koceknya untuk belanja.
Barang-barang cendramata Bali memang sangat bagus dan unik, karena bahannya sebenarnya tidak punya nilai komercial, tapi menjadi memiliki nilai komercial yang amat tinggi.
Hasil budaya dan seni yang dituangkan diatas benda walaupun tidak punya nilai, akan menjadi bernilai tinggi kalau sudah Budaya dan seni itu bergabung menjadi satu.
Karenanya lestarikan seni budaya itu demi untuk mengenali jati dan identitas diri.
Penguasa pemerintah juga harus perhatian terhadap Budaya yang ada dan membina para seniman didaerahnya.
Ingat Budaya dan Seni merupakan asset daerah yang tak pernah habis-habisnya, bahkan justru bertambah.

Advertisements

Potensi-Potensi Pariwisata di Kabupaten Pulang Pisau

Terdapat Banyak Potensi Pariwisata di Kabupaten Pulang Pisau yang dapat dikembangkan menjadi Objek Wisata Unggulan. Potensi-potensi yang ada seperti keindahan  alam misalnya : Pantai Cemantan, Danau Sabuah, Pulau Mintin, Danau Lais, danau Sabatu dll. Disamping pemandangan Alam, terdapat juga potensi pariwisata Budaya misalnya : Rumah Betang Bontoi, Rumah Tua Jaga Bahen, Rumah Tua Matal Uning, Sandung Bukit Rawi, dll.

Untuk lebih jelasnya tentang potensi pariwisata Kabupaten Pulang Pisau, silahkan down load Link dibawah ini.

Brosur Pariwisata Cagar Budaya 2012

Brosur PotensiObjek 2012

Tahun Baru Hindu

Terminologi Tahun Baru sangat populer dikalangan masyarakat Indonesia dari masyarakat awam sampai ke masyarakat intelek, selalu menggunakan terminologi tersebut setelah satu putaran perhitungan hari memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Agama-agama yang adapun memiliki perhitungan tahun baru sesuai dengan keyakinan yang dimiliki, bahkan Negara juga memiliki tahun baru. Sebagian besar negara-negara di dunia ini menggunakan perhitungan tahunnya dengan perhitungan tahun Masehi. Sehingga setelah berakhir perhitungan tahunnya dan memasuki hari pertama tahun berikutnya, itulah yang dikenal dengan istilah tahun baru.

Masing-masing agama juga memiliki perhitungan tahun sesuai dengan ajaran yang disampaikan oleh para penyebar agama bersangkutan. Misalnya agama Islam menggunakan perhitungan tahun Hijriah, Agama Nasrani menggunakan perhitungan tahun Masehi, Agama Kong Hu Chu menggunakan tahun Imlek, dan lain-lain menggunakan perhitungan tahun berdasarkan ajaran penyebarnya atau berdasarkan keyakinan yang dianggapnya benar.

Bagi pemeluk agama Hindu menggunakan perhitungan tahun Caka, yaitu mengingat pengaruh Sang Aji Caka ketika menjadi raja, sehingga untuk mengenang beliau atas kejayaannya maka nama tahun tersebut disebut dengan tahun Caka.

Jelas bagi kita bahwa setiap agama mempunyai tahun baru atas nilai kesucian/histori yang terkandung didalamnya. Demikian juga bagi umat yang mempercayai bahwa pada hari itu merupakan hari pertama dalam perhitungan tahun, maka umat semestinya mensyukuri karena dapat berlaksana baik dan bijak dalam tahun-tahun sebelumnya.

Bagi Umat Hindu Tahun Baru Caka merupakan tahun barunya, maka sepatutnyalah kita pada tahun baru itu bersyukur kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa atas karunia dan anugrah yang diberikan kepada kita selama setahun yang telah kita jalani. Umat Hindu sebenarnya merayakan tahun barunya tersebut secara ikhlas dan tulus. Ketulusan tersebut memang telah terlihat dari kesungguhan umatnya dalam melaksanakan rangkaian tahun baru tersebut dari jauh hari sebelumnya sampai setelah tanggal satunya.

Nyepi merupakan tahun baru bagi umat Hindu di Indonesia, yang rangkaian upacaranya sangat padat sekali, dari sebelum Nyepi sampai setelah Nyepi.

Sebelum Nyepi dilaksakan Mekiis, dan Mecaru (tawur), pada saat Nyepi dilaksanakan Catur Brata Penyepian yaitu Amati Gni, amati lelungan, amati lelanguan dan amati karye. Ini bertujuan agar umat Hindu benar-benar instropeksi diri terhadap apa yang dilakukan pada tahun terdahulu dan apa yang akan dilakukan ditahun mendatang.

Pada hari pertama ini ditahun baru seluruh umat Hindu berduyun-duyun datang menghadap Hyang Widhi secara rohaniah, mengaku atas kesalahan, kelemahan, papa, yang pernah dilakukan dimasa lalu, dan bermohon kekuatan, kecerdasan serta petunjuk dan bimbingan dari beliau di tahun mendatang.

Pada hari kedua ditahun baru umar Hindu tidak akan lupa terhadap sesamanya, dimana pada hari kedua ini umat Hindu melakukan simakrama (saling memaafkan) terhadap sesama, keluarga, saudara, kerabat, masyarakat bahkan mahluk hidup lainnya.

Simakrama sering dilakukan secara perorangan/keluarga, ada juga yang dilalkukan olek kelompok/organisasi yang sering dikenal dengan istilah Dharma Santy.

Jadi Nyepi disebut Hari Raya karena pada hari tersebut umatnya ramai-ramai memuja Hyang Widhi atau ramai-ramai melakukan hubungan vertical dan horisonta. Umat Hindu merayakan tahun barunya dengan benar dan tepat, dan mengenal benar-benar tahun barunya, supaya akan tumbuh kesadaran untuk memiliki dan menjaganya.

Om Santy