Tahun Baru Hindu

Terminologi Tahun Baru sangat populer dikalangan masyarakat Indonesia dari masyarakat awam sampai ke masyarakat intelek, selalu menggunakan terminologi tersebut setelah satu putaran perhitungan hari memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Agama-agama yang adapun memiliki perhitungan tahun baru sesuai dengan keyakinan yang dimiliki, bahkan Negara juga memiliki tahun baru. Sebagian besar negara-negara di dunia ini menggunakan perhitungan tahunnya dengan perhitungan tahun Masehi. Sehingga setelah berakhir perhitungan tahunnya dan memasuki hari pertama tahun berikutnya, itulah yang dikenal dengan istilah tahun baru.

Masing-masing agama juga memiliki perhitungan tahun sesuai dengan ajaran yang disampaikan oleh para penyebar agama bersangkutan. Misalnya agama Islam menggunakan perhitungan tahun Hijriah, Agama Nasrani menggunakan perhitungan tahun Masehi, Agama Kong Hu Chu menggunakan tahun Imlek, dan lain-lain menggunakan perhitungan tahun berdasarkan ajaran penyebarnya atau berdasarkan keyakinan yang dianggapnya benar.

Bagi pemeluk agama Hindu menggunakan perhitungan tahun Caka, yaitu mengingat pengaruh Sang Aji Caka ketika menjadi raja, sehingga untuk mengenang beliau atas kejayaannya maka nama tahun tersebut disebut dengan tahun Caka.

Jelas bagi kita bahwa setiap agama mempunyai tahun baru atas nilai kesucian/histori yang terkandung didalamnya. Demikian juga bagi umat yang mempercayai bahwa pada hari itu merupakan hari pertama dalam perhitungan tahun, maka umat semestinya mensyukuri karena dapat berlaksana baik dan bijak dalam tahun-tahun sebelumnya.

Bagi Umat Hindu Tahun Baru Caka merupakan tahun barunya, maka sepatutnyalah kita pada tahun baru itu bersyukur kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa atas karunia dan anugrah yang diberikan kepada kita selama setahun yang telah kita jalani. Umat Hindu sebenarnya merayakan tahun barunya tersebut secara ikhlas dan tulus. Ketulusan tersebut memang telah terlihat dari kesungguhan umatnya dalam melaksanakan rangkaian tahun baru tersebut dari jauh hari sebelumnya sampai setelah tanggal satunya.

Nyepi merupakan tahun baru bagi umat Hindu di Indonesia, yang rangkaian upacaranya sangat padat sekali, dari sebelum Nyepi sampai setelah Nyepi.

Sebelum Nyepi dilaksakan Mekiis, dan Mecaru (tawur), pada saat Nyepi dilaksanakan Catur Brata Penyepian yaitu Amati Gni, amati lelungan, amati lelanguan dan amati karye. Ini bertujuan agar umat Hindu benar-benar instropeksi diri terhadap apa yang dilakukan pada tahun terdahulu dan apa yang akan dilakukan ditahun mendatang.

Pada hari pertama ini ditahun baru seluruh umat Hindu berduyun-duyun datang menghadap Hyang Widhi secara rohaniah, mengaku atas kesalahan, kelemahan, papa, yang pernah dilakukan dimasa lalu, dan bermohon kekuatan, kecerdasan serta petunjuk dan bimbingan dari beliau di tahun mendatang.

Pada hari kedua ditahun baru umar Hindu tidak akan lupa terhadap sesamanya, dimana pada hari kedua ini umat Hindu melakukan simakrama (saling memaafkan) terhadap sesama, keluarga, saudara, kerabat, masyarakat bahkan mahluk hidup lainnya.

Simakrama sering dilakukan secara perorangan/keluarga, ada juga yang dilalkukan olek kelompok/organisasi yang sering dikenal dengan istilah Dharma Santy.

Jadi Nyepi disebut Hari Raya karena pada hari tersebut umatnya ramai-ramai memuja Hyang Widhi atau ramai-ramai melakukan hubungan vertical dan horisonta. Umat Hindu merayakan tahun barunya dengan benar dan tepat, dan mengenal benar-benar tahun barunya, supaya akan tumbuh kesadaran untuk memiliki dan menjaganya.

Om Santy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s